Langsung ke konten utama

Postingan

Been Crying Over You

And I don’t know why I’ve been crying over you For the life of me, I wish that I knew And I don’t know, just how much more I can go through Man oh man I wish I knew, I’ve been crying over you I don’t mean to be a problem I don’t mean to cause you pain Don’t wanna mess it up but, I wish there’s another way You’re not the only one who’s hurting Or who’s finding this hard But you gotta admit that we’re drifting apart Look, we’re gonna feel broken a bit And it’s gonna be a little bit shit But they said, you’ll find the strength when you're weak It could be any minute So I didn’t fight the tears on my cheek Not for these past few days. By Honne, for most of it.

Ini bukan Aku, Kan?

Izinkan Aku bercerita tentang hari ini, Minggu ini, dan Bulan ini. Berat. Satu kata beribu makna. Tidak butuh frasa panjang untuk mendeskripsikannya. Dari hanya karena Aku, menjadi karena kita. Tidak hanya kita, namun banyak dari kita. Jujur, Aku sedikit lelah membawa nama kita. Meskipun dia pun tetap memandangku hanya sebagai aku. Aku yang tidak kompeten, Aku yang hanya dapat terdiam. Aku memang terdiam. Tapi kamu terlalu tau sepertinya tentang diam ku. atau memang karena kamu tidak tau? Egois. Itu awal mulanya. Perkara ingin melupakan gundah dari kampung halaman, Aku mengorbankan akal dan tubuh sehat ku. Mengurus ini, itu, tanpa sadar, Aku terlalu naif dalam mengambil semuanya. Untuk beberapa waktu Aku hanya bisa terbungkam. Terpaku melihat apa yang telah ku perbuat beberapa waktu belakangan. Sesal hanya ada karena Aku pula. Andai Aku mempertimbangkannya, performa ku pasti akan lebih baik dari saat ini. Dia bilang Aku pantas. Aku berharga tinggi. Apanya?...

Bukan Cinta

Redup, Bukan Gelap. Tertutup gorden pelapis jendela, batas antara harapan dan realita. Ketenangan seakan menyelimuti, berusaha menutup retakan yang terus muncul karena terhujami. Sepasang Mata hanya dapat memendam emosi, meluapnya basahan tak lagi menjadi kecaman. Masa itu aku buta, acuhnya aku melihat seberapa berharganya romansa. Iya, romansa. Bukan cinta.

Cukup Sebagai Aku

Tidak satu kata pun terlontarkan Dari paras gagah penuh dengan kelembutan Aku tau ia sudah terlalu banyak dikecewakan Oleh orang yang dia sudah percayakan Aku melihatnya dari cermin samping itu. Wajahnya sayu, tertutup oleh basahnya hujan yang tak kunjung henti. Lantas ku tanyakan padanya ada apa. Hanya terbalaskan diam dan terus menancap gas bersama lantunan nada yang tertanam di telinga. Ia lelah, pikirku. Lelah menghadapi fakta bahwa aku, orang yang telah memberinya konfirmasi waktu untuk bisa bersamanya, justru dengan cepat menarik kembali waktu itu. Ya meskipun ia tau, bahwa aku membatalkan hal itu untuk sesuatu yang datang sekali seumur hidup. Dia pun mengalah, karena ia tau bahwa hal ini lebih penting dan baik untuk masa depan ku. Dalam dinginnya malam, ia terpikirkan hal yang tadi siang terjadi dengan pembatalan janji tersebut secara sepihak olehku. Dan ternyata, pikiran itu masih ditambah dengan berbagai hal lain yang mengganggunya, yang berhubungan denganku juga. Pro...

#CeritaKembali Hari Kelima di Bulan Januari 2018

Hari ke lima dalam tahun ini menyambutku dengan angkuh. Sepertinya banyak problema yang ingin dimulai dengan ritme yang cepat. Tidak 1 atau 2, 3 kasus yang muncul hari ini cukup menggelengkan kepala... Mungkin hari ini bisa dibilang juga menjadi hari pertama aku berani menyatakan pendapatku dihadapannya. Pendapatku yang selama ini masih dianggap kekanak-kanakan, kini usia ku yang hampir menginjak angka belasan terakhir dalam hidupku membuat gebrakannya. Proses menuju kelebih dewasaan yang taakan ku sia-sia kan. Hari ini bukti kasus itu bermunculan. Walau hanya 1 bukti dari saksi, bukti tersirat lainnya pun mulai menampakkan dirinya dihadapanku yang “mulai dapat ikut campur” ini. Bergejolaknya amarah dan segala emosi yang ku pendam kini ku ungkap dalam paragraf kecil yang ku kirim padanya bersamaan dengan bukti dosanya pada kami di hariini. Begitu banyak yang ingin ku sampaikan padanya, tak cukup yang paragraf kecil itu wakilkan. Akan ku ungkap terlebih dahulu disini, jadi nanti k...

#CeritaKembali Dibalik Luka Yang Terlihat Itu

Mereka bilang kamu sangat berkemungkinan tak akan lupa tentang luka. Iya, memang itu yang terjadi padamu. Sudah sering terucap ungkapan bahwa luka tak akan sepenuhnya sembuh. Kamu pun bosan mendengarnya. 2 tahun seperti terus bersembunyi. Kamu ingin berhenti sejenak mengambil napas panjang untuk tenagamu agar pulih. Dan saat kamu ingin hembuskan napas itu, ketika itu pula dinding yang seakan melindungi mu runtuh atas retakan yang terjadi waktu demi waktu. Seolah memang intensi mereka yang sengaja mempercepat rubuhnya segala penghalang. Ingin kamu salahkan dia yang membuatmu murung dalam persembunyian. Kesengajaan ataupun hanya kesenangan yang mereka dapatkan, diatas kamu yang kembali tergores lalu disiram alkohol. Dan lagi, kamu bertanya pada diri apakah harus lagi bersembunyi setelah momen naas tadi? Mereka yang kamu ceritakan mungkin hanya mengetahui permukaan dan mencoba mengerti. Tapi kamu lebih tahu bahwa goresan yang dibawanya jauh lebih dalam karena layaknya pengulangan ...

Adaptasi

Bukan ingin mengadu, bukan juga mau tidak mandiri. Aku memang dibantu, tapi bukan berarti aku tak mampu. Lihat mereka yang memang karena usaha sendiri, aku pun ikut merenungi. Meskipun ini menjadi awal yang baik, citra sebagai anak kecil masih melekat dengan diri. Mungkin memang ini pengalaman pertama, masih bernafaskan manis dengan hiruk pikuk yang perlu adaptasi.

"Like Because, Love Despite" - Set it Up, 2018. Netflix.

People have their own opinions on the word LIKE, as well as descriptions of LOVE. They might think it as a distractions of daily routines, yet others see it as joy for momentum's. Liking a person or an object defines their later outlook on that person. It also how it works on hating, but we'd better skip the negativity here. This might be one example to drew it for you. I LIKE you, because: - Your charms attracts me at first sight - Your talents and activities are close to my usual circles - You act funny yet still be charming at the same time - You throw such lame jokes but it catches my humor right away - You befriended my friend as your own sister - You have such experience that I never even stepped foot on - Okay, I'll have to finally admit. Your figure, and how well you take care of it - Your cleanliness - How you care for others - Your Smile. - Your Monologue every other day that makes my morning feel blessed. I, am yet t...

Buah Tangan

Kala itu kita bersandiwara Bercerita hidup tak mudah dalam seketika Bunga dan Api hanya akan membawa petaka Bagi kuntum dan bara yang dihasilkannya Dua waktu, satu lokasi Bersamaan, seiring bayang yang hilang Kacamata berembun penanda dingin Hangatnya bahasa jadi penenang Mengetahui tapi enggan menyebutkan Hal tabu yang menjadi penghalang Tenaga yang dikeluarkan sia-sia kah? Meski bahagia menjadi ganjarannya. Tertandaku yang dapatkan buah tangan, 7 Juni 2018.

Tidur Malam Hari

Aku dan Kamu terpisah jarak dan budaya. Aku dan Kamu tak bisa semudah itu berbahasa Perbedaan aturan main menjadi kekangan sendiri dibatin.  Hati merindu tak dapat dilampiaskan dengan berkaca pada lagu. Asumsi dan prediksi bahwa kamu kelak berubah tentu tak dapat ditepis.  Walau begitu aku tetap mencoba tidak pesimis. Tidak hanya sekali dua kali, gangguan ini justru membuatku ikut menari.  Ingin ku terus menggapai, tapi apadaya tak sedikit yang malah melerai. Rasa yang muncul ini mungkin endhorpin sesaat. Tapi karena ini aku mendapat semangat. Yang tadi ku pikir akan datang lebih lama lagi, ternyata menjengukku tidur dimalam hari. Tulisan dalam akun tumblr pribadi, 2018.